KAJIAN DAN RENCANA AKSI LINGKUNGAN
SD NEGERI CURAHPOH 2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
swt,karena rahmat-Nya kami Tim Adiwiyata SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso dapat menyelesaikan penyusunan kajian lingkungan yang berjudul
: Kajian Lingkungan SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso.
Sekolah peduli lingkungan saat ini
sudah menjadi kebutuhan.Melalui pendidikan lingkungan hidup kita dapat
menanamkan rasa kepedulian siswa sejak dini. Kajian lingkungan ini disusun
untuk membantu sekolah untuk memulai program Adiwiyata dengan mengidentifikasi
kondisi lingkungan dan merencanakan program pendidikan lingkungan.Selanjutnya
kegiatan diwujudkan dalam bentuk aksi pendidikan lingkungan hidup.
Kami mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaiAn kajian dan rencana aksi lingkungan SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso ini, yaitu :
1.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.
2.
Kepala Korwil Kecamatan Curahdami,
3.
Kepala SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso
4.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso
5.
Komite Sekolah
6.
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso
7.
Kepala Kantor Desa Curahpoh
8.
Siswa dan Siswi SD Negeri Curahpoh 2 dan
9.
Warga sekitar SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso.
Kami berharap kajian ini dapat bermanfaat bagi warga sekolah
khususnya, serta warga Bondowoso pada umumnya.Kritik dan saran demi perbaikan
isi kajian ini kami harapkan.
Tim Adiwiyata
SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso
BAB I
. KONDISI SEKOLAH
A. KETENAGAAN
Pada TAHUN PELAJARAN 2019
/ 2020 memiliki guru sebanyak 27 orang guru ( termasuk
Kepala Sekolah ) dengan perincian sebagai berikut :
1. Guru PNS = 10
orang
2. Guru Bantu Nasional =
0 orang
3. Guru Kontrak = 0 orang
Jumlah = 18 orang
( Daftar Lihat
Lampiran 1 )
Sedang Tenaga Non Guru dirinci sebagai berikut :
1. Tenaga PNS = 1
orang
2.
Tenaga CPNS = 0 orang
Jumlah = 4
orang
(
Daftar Lihat Lampiran 1 )
B. KESISWAAN
A.
Jumlah Rombongan Belajar / Kelas dan Jumlah
Siswa SD Negeri Curahpoh 2 Bondowoso pada awal TAHUN PELAJARAN 2019 /
2020, sebagai berikut :
No.
|
Kelas
|
Jumlah Siswa
|
Jumlah
|
|
Laki - laki
|
Perempuan
|
|||
1
|
KELAS 1
|
6
|
10
|
16
|
2
|
KELAS II
|
22
|
12
|
34
|
3
|
KELAS III
|
5
|
12
|
17
|
4
|
KELAS IV
|
11
|
12
|
23
|
5
|
KELAS V
|
11
|
15
|
26
|
6
|
KELAS VI
|
16
|
13
|
29
|
Jumlah Keseluruhan
|
71
|
74
|
145
|
|
B.
SARANA PRASARANA
1.
Jenis sarana prasarana yang dimiliki sekolah.
No
|
Jenis
|
Keberadaan
|
Luas
( m² )
|
Fungsi
|
||
Ada
|
Tidak Ada
|
Ya
|
Tidak
|
|||
1
|
Ruang Guru
|
V
|
-
|
84
|
V
|
-
|
2
|
Ruang Kepala Sekolah
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
3
|
Rumah Dinas Penjaga Sekolah
|
V
|
-
|
70
|
V
|
-
|
4
|
UKS
|
V
|
-
|
12
|
V
|
-
|
5
|
Gudang
|
V
|
-
|
2
|
V
|
-
|
6
|
Kamar Mandi/WC Guru
|
V
|
-
|
4
|
V
|
-
|
7
|
Kamar Mandi/WC Siswa
Laki-laki
|
V
|
-
|
2
|
V
|
-
|
8
|
Kamar Mandi/WC Siswa
Perempuan
|
V
|
-
|
2
|
V
|
-
|
9
|
Koperasi / Kantin
|
V
|
-
|
35
|
V
|
-
|
10
|
Mushalla
|
V
|
-
|
60
|
V
|
-
|
11
|
Perpustakaan
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
12
|
Ruang IT
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
13
|
Ruang Kelas Pramuka
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
14
|
Ruang Kelas 1
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
15
|
Ruang Kelas 2
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
16
|
Ruang Kelas 3
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
17
|
Ruang Kelas 4
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
18
|
Ruang Kelas 5
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
19
|
Ruang Kelas 6
|
V
|
-
|
42
|
V
|
-
|
2.
Ruang Kelas
Kondisi
Ruang Kelas
|
Jumlah
Ruang Kelas
|
Baik
|
7
|
Rusak Ringan
|
-
|
Rusak Berat
|
-
|
Total
|
15
|
3.
Perpustakaan
a.
Koleksi Buku :
Jenis Buku
|
Jumlah
Buku
|
Buku Pelajaran
|
2797
|
Buku Penunjang
|
2017
|
Buku Bacaan
|
4009
|
Total
|
8823
|
b.
Luas :
81
m²
c.
Rata – rata Jumlah Pengunjung Perpustakaan : 304
siswa/bulan
d.
Rata – rata Jumlah Buku yang dipinjam : 185 buku/bulan
- Ruang Komputer
a.
Luas :
42 m²
b.
Jumlah Komputer :
20 unit
c.
Pemanfaatan : 30 jam/minggu
d.
Kepemilikan : Sendiri
- WC dan Kamar
Mandi
No
|
Peruntukan
|
Keberadaan
|
Luas (m²)
|
Jumlah
|
Kondisi
|
||
Ada
|
Tidak
|
Baik
|
Tidak baik
|
||||
1
|
Toilet Putra
|
V
|
-
|
3
|
1
|
V
|
-
|
2
|
Toilet Putri
|
V
|
-
|
3
|
1
|
V
|
-
|
- Laboratorium dan
Ruang Praktik
No
|
Jenis
Lab / Ruang Praktik
|
Keberadaan
|
Luas (m²)
|
Penggunaan
(Jam/minggu )
|
Kondisi
|
Berfungsi
|
|||
Ada
|
Tidak Ada
|
Baik
|
Tidak Baik
|
Ya
|
Tidak
|
||||
1
|
Komputer
|
V
|
-
|
42
|
30
|
V
|
-
|
V
|
-
|
2
|
IPA
|
V
|
-
|
40
|
12
|
V
|
-
|
-
|
V
|
6
|
Ruang Ibadah
|
V
|
-
|
60
|
30
|
V
|
-
|
V
|
-
|
- Prasarana
NO
|
JENIS
|
KEBERADAAN
|
BERFUNGSI
|
||
Ya
|
Tidak
|
Ya
|
Tidak
|
||
1
|
Instalasi Air
|
V
|
-
|
V
|
-
|
2
|
Jaringan Listrik
|
V
|
-
|
V
|
-
|
3
|
Jaringan Telepon
|
V
|
-
|
V
|
-
|
4
|
Internet
|
V
|
-
|
V
|
-
|
5
|
Akses Jalan
|
V
|
-
|
V
|
-
|
D. KEUANGAN
Sumber pembiayaan
pendanaan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah Tahun 2019 dapat dirinci sebagai berikut :
NO
|
SUMBER DANA
|
JUMLAH
( Rp. )
|
1
|
APBD Kabupaten Bondowoso
|
-
|
2
|
APBD Propinsi
|
-
|
3
|
Orang Tua Siswa
|
-
|
4
|
APBN
|
|
5
|
Sumber Lain
|
|
JUMLAH TOTAL
|
E. LINGKUNGAN
Dalam mewujudkan suasana
yang kondusif terhadap aktifitas masyarakat dengan lingkungan sekolah, maka
perlu terdapat contoh yang diperlukan oleh sekolah.
Untuk
menghadapi suasana tersebut, sekolah mengawali dengan memberikan pendidikan
yang intensif terhadap pengembangan sikap intelektual dan landasan akhlakul
karimah yang kokoh, benar dan bertanggung jawab. Hal itu juga tidak lepas
dengan keterkaitan dari 2 faktor, faktor
intern dan ekstern.
1. Lingkungan Intern Sekolah.
Lingkungan sekolah
terdiri dari guru, pegawai tata usaha dan siswa serta pengurus / anggota komite
sekolah yang selalu berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan.
SD
Negeri Curahpoh 2 Bondowoso berupaya menciptakan suasana sekolah yang kondusif
dengan mengacu pada program 8 K yang ada :
a.
Ketaqwaan : merupakan nilai tertinggi dalam tatanan
norma agama yang menjadi payung bagi
semua tata nilai lainnya. Nilai ketaqwaan ini diharapkan mewarnai suasana
kehidupan sekolah sehari – hari dalam membentuk siswa yang memiliki keimanan
dan ketaqwaan yang tinggi.
b.
Keamanan : sekolah proaktif mengantisipasi dan
mengatasi segala bentuk dari luar sekolah, juga memberikan rasa aman kepada
semua warga sekolah untuk berfikir, berpendapat dan melakukan hal – hal yang
bersifat konstruktif dan produktif.
c.
Kebersihan : sekolah menciptakan suasana bersih,
sehat dan segar serta tampak pada seluruh ruangan kelas, ruangan kerja, kamar
mandi / WC, halaman, musholla dan fasilitas sekolah lainnya dengan
mensosialisasikan kebiasaan hidup bersih pada peserta didik melalui
kegiatan-kegiatan nyata di sekolah.
d.
Kesehatan : kesehatan menyangkut aspek fisik dan
psikologis, sekolah mengusahakan kesehatan fisik warga sekolah melalui pendidikan
jasmani dan kesehatan, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sekolah juga
menciptakan program-program bagi siswa dan warga sekolah lainnya agar mempunyai
jiwa yang sehat melalui siraman rohani dan bimbingan penyuluhan.
e.
Ketertiban : sekolah mengupayakan setiap warga
sekolah untuk mewujudkan suatu kondisi yang mencerminkan suatu keharmonisan dan
keteraturan dalam pergaulan antar warga
sekolah, dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dalam penggunaan
waktu belajar mengajar dan dalam hubungan dengan masyarakat sekitar.
f.
Keindahan : sekolah mengupayakan untuk menjaga
kondisi keindahan lingkungan sekolah ini dengan melakukan perawatan ruang,
halaman, dan taman secara berkelanjutan dari setiap warga sekolah sehingga
menimbulkan rasa indah dan menyebangkan bagi yang melihatnya.
g.
Kekeluargaan : sekolah mengupayakan suasana antar
warga sekolah yang tercermin dalam setiap sikap dan perilaku saling menolong,
terbuka, tenggang rasa, dan saling menghormati dalam kehidupan sekolah, dengan
mengarahkan untuk mempererat tali silaturahmi antara kepala sekolah, guru, staf
tata usaha dan murid agar tercipta iklim persaudaraan dalam tata kehidupan
sekolah yang harmonis.
h.
Kerindangan : sekolah berusaha mewujudkan suatu
kondisi dan suasana lingkungan sekolah yang rindang, sejuk dan menghijau dengan
pepohonan dan tanaman sehingga membantu warga sekolah dalam memciptakan iklim
belajar mengajar yang produktif pada gilirannya dapat membantu meningkatkan
perstasi belajar siswa dan mempengaruhi sikap dan perilaku moral siswa.
i.
Keteladanan : sekolah berusaha menjadikan warga
sekolah teladan bagi sekolah lain sehingga membantu warga sekolah memperbaiki
citranya yang tidak baik menjadi lebih baik
j.
Kenyamanan : sekolah menupayakan suasana antar
warga sekolah nyaman , proses belajar mengajar pun nyaman sehingga warga
sekolah merasa senang berada di sekolah
2. Lingkungan Ekstern Sekolah.
Lokasi SDN Curahpoh 2 Bondowoso
berada di utara Bataliyon
Yonif 514 Raider dan di sebelah timur Kantor Desa Curahpoh Hubungan sekolah
dengan kantor Kantor Desa Curahpoh tersebut terjalin kerjasama yang baik,
demikian pula hubungan dengan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar sekolah di Kantor
Desa Curahpoh.
3. Pembinaan Tingkat Pelanggaran Pada Peserta Didik.
Tingkat pelanggaran
siswa terhadap tata tertib sekolah Sudah Menunjukkan penurunan baik kualitas
maupun kuantitasnya , walaupun masih ditemukannya siswa yang belum menggunakan
atribut sekolah Secara lengkap namun masih dalam batas kewajaran dan segenap komponen
sekolah telah berperan
serta . Hal ini karena peran serta tenaga pendidik dan kependidikan, dalam pembinaan pada siswa, khususnya siswa binaannya.peningkatan
kedisiplinan siswa dan kepedulian terhadap lingkungan.
F. PERAN SERTA MASYARAKAT
Waktu
belajar diluar sekolah ( keluarga dan masyarakat ) sesungguhnya lebih banyak
dibandingkan dengan waktu belajar disekolah. Oleh sebab itu pengaruh luar di
sekolah ini lebih dominan terhadap perkembangan siswa. Dalam upaya manajemen
peningkatan mutu berbasis sekolah, perlu adanya peran serta masyarakat,
khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan.
Partisipasi
masyarakat diarahkan agar tidak saja bersifat dukungan input ( dana ) tetapi
juga pada proses pendidikan ( pengambilan keputusan, monitoring, evaluasi, dan
akuntabilitas ) sehingga partsipasi orang tua dan masyarakat merupakan bagian
kehidupannya, karena makin tinggi tingkat partisipasi, maka besar pula tingkat
dedikasinya pada sekolah.
G. HARAPAN PENDIDIKAN KEDEPAN
Dengan potensi dan
seluruh sumber daya yang ada , diharapkan dalam rentang waktu 1 tahun kedepan
SDN Curahpoh 2 Bondowoso bisa meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat
Provinsi (2019 / 2020) serta meraih predikat sebagai sekolah UKS tingkat Propinsi Jawa
Timur.
BAB II. POTENSI SEKOLAH
SD Negeri Curahpoh 2 terletak di Jalan
Letjend Suprapto No. 52 , Kantor Desa Curahpoh, Kecamatan Kota Bondowoso,
Kabupaten Bondowoso berdiri di tas lahan
seluas 4450 m2. Berikut
ini adalah gambaran kekuatan, kelemahan,peluang serta hambatan bagi SMP Negeri Bondowoso
1. Kekuatan sekolah
-
Letak sekolah yang strategis,
SDN Curahpoh 2 Bondowoso
terletak di jalur alternatif ke daerah kota bondowoso yang dimana jarak dari
SDN Curahpoh 2 Bondowoso ke pusat pemerintahan berkisar +/- 5 Km sehinggga mudah dijangkau oleh kendaraan umum maupun kendaraan pribadi menuju pusat pemerintahan
kabupaten bondowoso.
-
Struktur geografis
Posisi SDN Curahpoh 2
Bondowoso yang terletak di daerah pusat pemerintahan/perkotaan yang dimana ketinggian
permukaan daratannya berada di ketinggian 2.300
meter dpl yang dimana
Terbebas dari banjir serta
didukungnya aliran air ( Sungai, dll ) yang cukup besar.
-
Tenaga pendidik dan kependidikan
SDN Curahpoh 2 Bondowoso
memiliki Tenaga Pendidikan dan Kependidikan yang kemampuan
-
Masyarakat sekitar
Potensi dan dukungan masyarakat sekitar cukup besar
-
Siswa
Sumber daya manusia yang kompleks memberikan
dampak positif itu tergambar dari peningkatan prestasi yang diraih siswa serta siswa
-
Dukungan pemerintah daerah cukup besar
2.
Kelemahan sekolah
-
Letak sekolah berada di pinggir jalan , sehingga potensi keramaiaan
sangat mengganggu proses pembelajaran.
-
Dukungan pemerintah daerah besar khusunya dukungan teknis, sedangkan
dukungan pendanaan masih jauh dari harapan.Sebagai contoh bantuan teknis dari
BLH dan Dinas Pendidikan cukup besar, namun belum menyentuh pada bantuan dana,
sehingga sekolah perlu mencari dukungan dari sponsor .
3.
Peluang sekolah
-
Adanya komitmen warga sekolah untuk menjadikan sekolah Adiwiyata sangat
luar biasa, tanpa komitmen yang tinggi mustahil hal ini dapat berhasil.
-
Kesadaan warga sekolah untuk berbudaya hidup bersih dan sehat sangat
timggi, baik itu Kepala sekolah , guru, siswa serta orang tua.
-
Adiwiyata menjadi salah satu potensi peningkatan mutu di bidang
nonakademik yang perlu dijadikan peluang,terobosan untuk meraih prestasi
sekolah, serta menjadi program unggulan sekolah.
-
Belum muncul sekolah Adiwiya Provinsi maupun Nasional untuk Tingkat
Sekolah Dasar dari Bondowoso sehingga ini menjadikan faktor pendorong untuk
dapat menjadi peluang bagi SD Negeri Curahpoh
2 Bondowoso.
4.
Hambatan
sekolah
-
Dana / anggaran yang dialokasikan terbatas
-
Dukungan dari masyarakat masih perlu ditingkatkan
-
Faktor lingkungan yang berada di dekat pasar menjadikan lingkungan
sekitar perlu perhatian dari instansi terkait khususnya BLH dalam pengangkutan sampah dari TPS ke
TPA,Satpol PP dalam menertibkan para penjual yang berada di sekitar sekolah
yang dapat mengurangi keindahan sekolah.
-
Dukungan dana dari Pemerintah daerah masih sangat kurang.
BAB III . PERMASALAH LINGKUNGAN SEKOLAH
Untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, sekolah
diharapkan mempunyai lingkungan yang
bersih, indah dan asri. Namun kenyataanya
masih ada permasalahan untuk mewujudkan suasana yang nyaman tersebut, baik permasalahan di
lingkangan sekolah maupun permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
1.
Permasalahan lingkungan yang di hadapi
sekolah .
a. Masalah sampah.
Sampah masih banyak beretebaran di lingkngan sekolah baik sampah organik maupun sampah
anorganik.Hal ini disebabkan kurangnya
kesadaran siswa untuk membuang bungkus makanan
ke tempat sampah.
Sampah yang berserakan tentu saja membuat
lingkungan tidak sedap dipandang,menyebabkan polusi bagi tanah jika sampah tersebut berasal dari
limbah plastik, dan menimbulkan bibit penyakit.
Sampah yang
menyumbat saluran air akan menebabkan genangan air pada musim hujan.Masalah
sampah merupakan masalah yang dianggap paling urgen untuk segera diatasi.
b. Masalah energi.
Mengingat keterbatasan lahan sekolah, ada beberapa gedung sekolah yang
dibangun dengan jarak dekat yaitu ruang ruang
Laboratorium Bahasa dan Ruang Kepala Sekolah. Hal ini menyebabkan cahaya dan
sirkulasi udara di ruang tersebut tidak masuk dengan baik.Akibatnya penggunaan
energi kurang efisien,karena pada siang hari harus menyalakan lampu sebagai
penerang dan memggunakan kipas angin agar sirkulasi udara lancar dan ruangan
tidak panas dan pengap.
Namun demikian di
ruang-ruang kelas yang lain tidak ada kendala untuk pencahayaan dan sirkulasi
udara, karena jendela maupun ventilasi udara bekerja dengan baik ,penataan tata
ruang kelas tidak terlalu dekat antara yang satu dengan yang lainnya serta
tidak saling menghalangi masuknua cahaya sehingga sinar dapat masuk ke dalam
kelas
c. Makanan dan kantin sekolah
Kantin sekolah menyediakan segala keperluan siswa selama berada di
sekolah. Barang yang disediakan berupa alat tulis, atribut seragam maupun
berbagai jenis makanan ringan. Makanan ringan berupa kue diharapkan dapat
mengganti kalori yang hilang setelah proses pembelajaran. Kantin tidak
menyediakan makanan berat karena siswa diwajibkan sarapan sebelum berangkat ke
sekolah.
Jenis makanan ringan
yang disediakan di kantin sekolah ada yang dikemas dalam bungkus plastik ,kue-kue,
dan minuman kemasan. Makanan dalam kemasan plastik menghasilkan limbah anorganik yang berpeluang
menjadi polutan bagi tanah.
Pengurus kantin
telah berupaya untuk menyeleksi setiap makanan yang dijual dan secara berkala
berkomunikasi dengan para pedagang tentang makanan yang dijual agar tidak
menggunakan pewarna,pemanis,pengawet, dan pengenyal.
Selain itu pengurus kantin juga
berupaya agar makanan bernilai gizi
d.
Air
Sumber air di sekolah diperoleh dari air artresis. Air tersebut digunakan
sebagai kamar mandi, cuci tangan melalui kran-kran yang disediakan di setiap
kelas dan untuk menyiram tanaman pada musim kemarau.
e.
Keanekaragaman hayati
Lahan sekolah tidak terlalu luas tetapi kami berupaya agar ada beraneka
tumbuhan di lingkungan sekolah termasuk mengupayakan terdapat hutan sekolah.Ada
banyak manfaat yang dipeoleh dengan keanekaragaman hayati yaitu dapat dijadikan
sebagai sumber pembelajaran,memberikan keasrian,suasana menjadi sejuk,penyaring
polusi udara, penghilang kelelahan
setelah belajar di kelas .
Kegiatan pengadaan aneka ragam tumbuhan
melibatkan warga sekolah, orang tua siswa,dan instansi tekait seperti BLH, dan
mayarakat.
Untuk mendidik siswa cinta terhadap tumbuhan
sejak masa orientasi siswa mereka diwajibkan membawa tananam kemudian dipelihara
dengan baik , berupa tanaman hias,tanaman toga,tanaman hotikultura maupun
tanaman keras.
Untuk memberikan motivasi kepada siswa peduli
lingkungan adalah dengan adanya lomba kebersihan kelas yang salah satu criteria
penilaian adanya tanaman toga,tanaman hortikultura dan taman di luar dan di
dalam kelas. Selain itu siswa harus mengenal nama dan manfaat tanaman
tersebut.Orang tua juga sangat berperan dalam kegiatan lomba tersebut dengan
ikut membantu membenahi dan melengkapi keperluan kelas.
Untuk pengadaan bibit mendapat dukungan dari
BLH, Kabupaten Bondowoso dan orang tua siswa.
2. Permasalahan yang terjadi di pada
masyararakat di sekitar sekolah
a.
Mengingat lokasi sekolah yang cukup stategis hal ini menyebabkan banyak
pedagang makanan keliling yang mangkal
di depan sekolah
b.
Di sekitar sekolah banyak terdapat kabel yang bergelantungan seperti
kabel listrik,kabel telepon,kabel saluran TV yang merusak keindahan sekolah.
c.
Posisi sekolah berdekatan dengan jalan raya suasana ramai, lalulintas padat, dan polusi
udara
BAB IV . RENCANA AKSI LINGKUNGAN
Berdasarkan hasil kajian lingkungan , maka
Tim Adiwiyata SD Negeri Curahpoh 2 menetapkan
dan memperioritaskan masalah sampah sebagai kegiatan utama karena sampah
sangat mengganggu kenyamanan belajar baik secara fisik maupun secara
psikis.Hail ini tetu akan berdampak terhadap hasil belajar.Selain itu sampah
akan merusak lingkungan.
Adapun program kegiatan aksi lingkungan sebagai berikut :
Rencana Aksi Lingkungan
Kegiatan Utama :
Mengatasi Masalah Sampah
No
|
Komponen
|
Kegiatan
|
Penanggung jawab
|
Alokasi Waktu Pelaksanaan
|
Jumlah dana yang diperlukan
|
Sumber Dana
|
1.
|
Mengembangkan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan
|
|
Pokja Kebijakan
|
Juli 2013
Agustus 2013
Juli 2013
Juli 2013
Juli 2013
Januari 2014
Januari – Juli 2014
Juli 2013 – Juni 2014
|
50.000
50.000
70.000
50.000
75.000
50.000
100.000
50.000
|
BOS
|
2
|
Mengembangkan Kurikulum Berbasis Lingkungan
|
1.
Menyusun materi tentang lingkungan hidup terkait
dengan sampah untuk diinteraksikan pada mata pelajaran tertentu.
2.
Pelaksanaan integrasi materi lingkungan hidup
terkait sampah dengan mata pelajaran
tertentu.
3.
Menyusun materi lingkungan hidup untuk mata pelajaran
Pendidikan Lingkungan Hidup (Muatan Lokal)
4.
Memasukkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan
Hidup pada Struktur Kurikulum Sekolah untuk muatan lokal.
5.
Menyusun metode pembelajaran untuk mata pelajaran
tertentu dengan memanfatkan lingkungan sekitar sekolah.
6.
Melaksanakan metode pemanfaatan lingkungan
sekitar sekolah untuk pembelajaran mata pelajaran tertentu.
7.
Menyusun metode pengayaan dengan mengkaitkan persoalan
masyarakat sekitar untuk mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup.
8.
menghasilkan karya nyata dari sampah sebagai
hasil dari PBM
|
Pokja Kurikulum
|
Juli 2013
Juli 2013 – Juni 2014
Juli 2013
Juli 2013
Juli 2013 –Juni 2014
Juli 2013 –Juni 2014
Oktober 2013 – Februari 2014
Maret 2014
|
80.000
60.000
50.000
60.000
50.000
65.000
100.000
75.000
|
BOS
|
3.
|
Mengembangkan Kegiatan Berbasis Partisipatif
|
1.
Mengikuti kegiatan kerja bhakti setiap bulan yang
diselenggarakan kantor Kantor Desa.
2.
Mengikuti lomba – lomba lingkungan sekolah sehat.
3.
Berpartisipasi mengikuti lomba Adipura.
4.
Mengadakan kegiatan Jum’at Bersih
5.
Mengadakan gerakan 5 menit memungut sampah
sebelum Olahraga
6.
Mengundang nara sumber dari luar sekolah untuk
pembinan pengolahan sampah kepada peserta didik.
7.
Pemasangan spanduk /slogan/ poster bertema bebas sampah.
8.
Menggalang dukungan dari mitra dan komite dalam
mengatasi masalah sampah
|
Pokja Partisipatif
|
Juli 2013 – Juni 2014
Juli 2013 – Juni 2014
Juli 2013 – Juni 2014
Setiap hari jumat minggu terakhir
Setiap Hari
Maret 2014
Februari 2014
Oktober 2013-Maret 2014
|
50.000
200.000
100.000
75.000
50.000
100.000
100.000
100.000
|
BOS
|
4.
|
Mengembangkan dan mengelola sarana pendukung sekolah
|
1.
Mengadakan sarana tempat pembuangan sampah kering
dan sampah basah.
2.
Melaksanakan pengelolaan sampah ( pemisahan
sampah kering dan basah ).
3.
Mengadakan sarana pengoladan sampah : bak
komposing,mesin penghancur sampah organik
4.
Melaksanakan pengolahan sampah menjadi kompos.
5.
Melaksanakan kegiatan mengolah sampah anorganik
menjadi karya nyata :
6.
Melaksanakan pengawasan kebersihan kantin,
toilet, taman, dll.
7.
Melaksanakan pengawasan kesehatan makanan yang
dijual dikantin sekolah.
|
Pokja sarpras
|
Juli 2013 – Juni 2014
Juli 2013 – Juni 2014
Januari – Juni 2014
Juli 2013 – Juni 2014
Setiap Jumat
Juli 2013 – Juni 2014
Juli 2013 – Juni 2014
|
150.000
50.000
200.000
100.000
110.000
75.000
100.000
|
BOS
|
TOTAL KEUANGAN
|
2.595 000
|
|||||
BAB V. ANALISIS TUJUAN PROGRAM ADIWIYATA
NO.
|
KEGIATAN
|
TUJUAN
|
KONDISI
SEKARANG
|
KONDISI
YANG AKAN DICAPAI
|
1.
|
Sosialisisasi Visi
dan Misi sekolah
|
Memantapkan pembiasaan peduli lingkungan
|
60% dari jumlah
warga sekolah kurang peduli lingkungan
|
100 % dari jumlah warga sekolah peduli
lingkungan
|
2.
|
Penyusunan materi lingkungan hidup
|
Mengintegrasi materi lingkungan dalam mata pelajaran
|
5 mata pelajaran terintegrasi LH
|
10 mata pelajaran terintegrasi LH
|
3.
|
Penampbahan materi PLH
|
Menambahkan materi isu lokal dan isi global dalam
materi PLH dalam RPP dan Silabus
|
3 isu lokal / global dalam mata pelqajaran PLH
|
Minimal 10 isu lokal / global
|
4.
|
Inovasi model pembelajaran LH
|
Mengembagnkan model pembelajaran LH
|
20 % mata pelajaran terintegrasi dengan lingkungan hidup
|
90% Mata pelajaran terintegrasi dengan lingkungan hidup
|
5.
|
Mengembangkan metode pembelajaran
|
Metode pembelajaran diskusi,presentasi,observasi
|
Bermain peran,outbond, karyawisata, studibanding
|
|
6.
|
Kegiatan Ekstrakurululer
|
Mengoptimalkan has il karya nyata melalui kegiatan
ekstrakurukuler
|
karya hasil dari limbah organik dan anorganik
|
Meningkatkan hasil karya berupa makalah, artikel,
laporan hasil penlitian
|
7.
|
Aksi lingkungan oleh sekolah
|
Mengajak masyarakat dalam kegiatan peduli lingkungan
|
Melibatkan masyarakat sekolah dan orangtua
|
Melibatkan masyarakat sekitar sekolah,perangkat
desa,tokoh masyarakat
|
8.
|
Aksi lingkungan oleh pihah luar
|
Mengajak masyarakat dalam kegiatan pedului lingkung
darian
|
Aksi dilakukan
oleh BLH
|
Mengikuti aksi oleh pemerintah daerah,LSM lingkungan,ormas,industri,masyarakat
|
9
|
Kemitraan
|
menjalin kerja sama dan dukungan shakeholder
|
Kerja sama dengan orangtua, instansi terkait dengan
lingkungan
|
Kerja sama dan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha
dan industri
|
10.
|
Pengalokasian anggaran lingkungan hidup
|
Peningkatan akolasi dana lingkungan hidupl
|
10 % dari seluruh alokasi dana unutuk kegiatan
lingkungan hidup
|
20 % alokasi dana lingkungan hidup
|
11.
|
Kegiatan penghematan SDA
|
Efisiensi penggunaan listrik,air dan ATK
|
MONITORING DAN EVALUASI
Monitoring dilakukan untuk mengetahui
apakah programAdiwiyata berjalan sebagaimana yang direncanakan,untuk mengetahui
hambatan dan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut.monitoring menekankan
pada pemantauan proses pelaksanaan program dan sedapat mungkin dapat memberkan
saran untukmengatasi masalah. Hasil monitoring digunakan sebagai umpan baik
untuk penyempurnaan program Adiwiyata.
Pelaksanaan monitoring dilakukan
secara periodic dan terjadwal terutama pada kegiatan Jum’at Bersih yang dilakukan setiap hari Jum’at pada
jam ke-1.Kegiatan harian sebelum jam pertama dimulai siswa dengan memungut
sampah selama 5 menit.Sedangkan pada kegiatan tengah semester diadakan lomba
Adiwiwata antar kelas.
Evaluasi bertujuan mengetahui apakah
program Adiwiyata mecapai hasil yang diharapkan. Evaluasi diadakan setia[
minggu, akhir bulan dan setiap semester terakhir pada akhir tahun pelajaran
kita mengadakan evaluasi program menyeluruh :
NO
|
KEGIATAN
|
SASARAN
|
HASIL YANG DIHARAPKAN
|
KONDISI NYATA
|
KETERANGAN
|
1.
|
Sosialisisasi Visi dan Misi sekolah
|
-
Seluruh warga sekolah
-
Orang tua siswa
-
Masyarakat sekitar
memahami visi misi sekolah
|
100 %
dari jumlah warga sekolah peduli
lingkungan
|
Warga sekolah ,orang tua dan masyarakat sekitar memahami
visi misi sekolah
|
Sosialisasi visi da n misi dilakukan pada :
Rapat KTSP,pertemuan orang tua siswa,penempatan visi
dan misi di tempat yang mudah dibaca,
|
2
|
Penyusunan materi lingkungan
hidup
|
-
guru mata pelajaran
-
pemina ekstrakurukuler
|
10 mata pelajaran terintegrasi
LH
dan ekstrakurikuler
|
10 mata pelajaran telah mengintegrasikan pendidikan
lingkungan hidup
|
Materi lingkungan hidup telah tertuang dalam
silabus,RPP dan KKM 10 mata pelajaran
dan ekstrakurikuler
|
3
|
Penambahan materi PLH
|
-
guru pendidikan
lingkungan hidup
|
Minimal
10 isu lokal / global dalam pebelajaran
lingkungan hidup
|
Ada 3-5 isu local/global
|
Hambatan : belum ada guru yang sesuai dengan jurusan
mata pelajaran PLH
|
4
|
Inovasi model pembelajaran LH
|
-
Guru mata pelajaran
-
siswa
|
90% Mata pelajaran terintegrasi
dengan lingkungan hidup
|
50% ada kreatifitas
/inovasi guru dan siswa, PAIKEM
|
Hambatan : mgmp mata pelajaran di sekolah kurang
efektif
|
5
|
Pengembangan metode pembelajaran
|
-
guru
-
siswa
|
Bermain peran,outbond,
karyawisata, studibanding
|
Pengembangan belajar dengan outbond belum terlaksana
|
Hambatan : keterbatasan dana
|
6
|
Kegiatan Ekstrakurikuler
|
-
pembina ,orang
tua,peserta
|
Meningkatkan hasil karya berupa
makalah, artikel, laporan hasil penelitian
|
Kegiatan ekstrakurikuler terkait materi PLH
|
Kegiatan pengenalan lingkungan, pencinta alam,bakti
social,penanaman pohon
|
7
|
Aksi lingkungan oleh sekolah
|
-
Masyarakat,orangtua
|
Melibatkan masyarakat sekitar
sekolah,perangkat desa,tokoh masyarakat
|
Aksi lingkungan masih dilakukan oleh masyarakat
sekitar sekolah .orang tua dan warga sekolah
|
Hambatan : kegiatan kurang sosialisai
|
8
|
Aksi lingkungan oleh pihah luar
|
-
Warga sekolah
|
Mengikuti aksi oleh pemerintah
daerah,LSM lingkungan,ormas,industri,masyarakat
|
Aksi yang diikuti dari BLH, masyarakat sekitar
|
Pemerintah daerah ,LSM,ormas, jarang mengadakan aksi
lingkungan
|
9
|
Kemitraan
|
-
-masyarakat
sekitar,orang tua /komite,instansi terkait PLH, perbankan,LSM
|
Kerja sama dan dukungan
pemerintah daerah, dunia usaha dan industri
|
Sekolah telah memanfaatkan narasumber
sekitar,dukungan dari BLH,Bank Jatim,SMK Pertanian ,Kantor Desa dll
|
Kemitraan diawali dengan MoU
|
10
|
Pengalokasian anggaran
lingkungan hidup
|
-
RAKS
|
20 % alokasi dana lingkungan
hidup
|
Alokasi dana pendidikan lingkungan mencapai 20%
|
Alokasi dana oleh Tim Adiwiyata
|
11
|
Kegiatan penghematan SDA
|
-
seluruh warga sekolah
|
Ada penurunan pembayaran rekening listrik dan pembelian ATK
|
Penurunan pembayaran rekening listik rata-rata 5 %
|
Adanya upaya pencahayaan dan ventilasi
|
12
|
Pengawasan terhadap
pengelolaan kantin sekolah
|
-
Petugas kantin,siswa
|
Makanan yang dijual bebas 5P dan berwawasan
lingkungan
|
Makanan yang dijual telah bebas 5P,naum masih ada
makanan kemasan plastik
|
Ada upaya kantin :
Selektif menerima /menjual makanan, adanya
pengarahan tentang syarat makanan sehat dan kemasan berwawasan lingkungan
untuk makanan yang akan dijual kepada para pemasok makanan,sosialisasi
berkesinambungn kepada siswa tentang
makanan yang sehat
|
13
|
Pengolahan sampah
|
-
Warga sekolah,
masyarakat sekitar,orang tua, instansi terkait
|
Adanya efisiensi melalui pengelolaan sampah
|
Siswa mengasilkan karya nyata dari hasil pengolahan
limbah,sampah tidak dibuang keluar sekolah, saluran air tidak buntu, serta
adanya efiensi di sekolah ,jumlah sampah anorganik berkurang
|
Karya nyata siswa berupa hasil keterampilan
,hiasan,wadah pensil,pot,kompos,,karya tulis laporan pengolahan sampah,bak
sampah dari kaleng cat,dari hasil karya nyata tersebut mengakibatkan
penghematan tenaga / jasa maupun materi
|
Hambatan
dan Pemecahan Masalah
NO
|
KEGIATAN
|
HAMBATAN
|
PEMECAHAN MASALAH
|
1.
|
Penambahan materi PLH
|
belum ada guru yang sesuai dengan jurusan mata
pelajaran PLH
|
Guru yang mengajar PLH adalah guru berijazah MIPA,
meskipun tidak linier diharapkan guru PLH sering berkomunikasi dengan guru
nata pelajaran lain tentang isu lokal dan isu global.Materi dapat
dikonsultasikan dengan dinasterkait seperi BLH.
Melalui Forum Adiwiyata materi PLH dapat
didiskusikan, untuk itu perlu adanya Workshop terkait pembelajaran PLH
|
2.
|
Inovasi model pembelajaran LH
|
keterbatasan dana
|
Kreatifitas model pembelajaran, khususnya outbond
dapat dilaksanakan di lingkungan sekitar sekolah dengan bekerja sama dengan
lembaga bimbingan belajar
|
3.
|
Aksi lingkungan oleh sekolah
|
kegiatan kurang sosialisasi
|
Dalam melaksanakan aksi lingkungan panitia aksi
hendara membuat program dan jadwal kegiatan, sehingga ,kegiatan dapat
dipublikasikan melalui Radio, mendia cetak , brosur,dan menggerakkan siswa
kader Adiwiyata untuk datang ke
instansi-instansi dalam rangka sosialisasi.Untuk memberikan motivasi panitia
dapat memberikan dooprize ke pada peserta terbaik.
|
PENUTUP
SIMPULAN
Kondisi objektif sekolah dengan jumlah siswa 515
orang, 27 orang pendidik dan 4 orang tenaga kependidikan, dan lahan seluas 4450 m2 yang penuh
dengan pepohonan ,sangat berpotensi menghasilkan sampah. Sampah organik yang
berasal dari pepohonan juga limbah anorganik yang dihasilkan dari limbah kantin
.
Masalah sampah yang sangat mengganggu
keindahan ,kebersihan serta kesehatan dapat teratasi melalui kekuatan dan modal
yang dimiliki sekolah yaitu komitmen seluruh warga sekolah baik kepala sekolah,
dewan guru , siswa, serta orang tua untuk peduli terhadap lingkungan serta
melaksanakan kebiasaan untuk hidup bersi dan sehat, seperti yang tertuang dalam
visi dan misi sekolah.
Melalui
rencana aksi lingkungan ,sampah yang menjadi masalah karena merusak
pemandangan,berpotensi menimbulkan penyakit, menimbulkan bau kemudian diolah
menjadi benda yang brmanfaat.
Dalam analisis tujuan , dengan peran serta
seluruh komponen adiwiyata, pokja kebijakan,pokja kurikulum,pokja pertisipatif
dan pokja sarana prasarana, sampah yang menjadi program utama dimasukkan dalam
materi lingkungan hidup.Selanjutnya dengan
kemitraan sekolah menjalin dukungan dengan instansi terkait dalam hal
ini BLH untuk memberikan informasi dalam mengolah sampah organic melalui
kegiatan composing.Sementara itu pokja sarpras menyiapkan fasilitas berupa mesin
pemotong daun dan bak composing.Sedangkan limbah anorganik diolah menjadi benda
yang bermanfaat seperti untuk hiasan, pot, bunga dsb.Namun tak lupa pula
mengadakan pengawasan makanan yang dijual di kantin agar dibungkus dengan daun.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini dapat
memberikan dampak efisiensi di sekolah seperti :
1.
Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman
yang ada di lingkungan sekolah , sekolah hemat pembelian pupuk.
2.
Sampah di lingkungan sekolah tidak perlu dibuang keluar, sekolah hemat
tenaga kebersihan
3.
Dengan bebas sampah,saluran air kecil kemungkinan akan buntu, sekolah
bebas genangan air.
4.
Wadah-wadah plastik bekas dapat dimanfaatkan menjadi pot.
Dengan kajian lingkungan ini kami
berharap semua pihak baik warga sekolah stakeholder, dan pemerintah daerah
lebih berperan dalam mewujudkan lingkungan yang bersdsih, sehat, dan nyaman
demi kehidupan kehidupan generasi bangsa yang akan datang.Terwujudnya generasi
yang sehat , lingkungan tyang nyaman adalah perwujudan kecintaan kita terhadap
tanah air dan bangsa.Dengan demikian, kesadaran tehadap kelestarian lingkungan
hidup harus terus kita pertahankan dan kita lestarikan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar